Pages

Wednesday, October 31, 2018

Laudrup Tak Tertarik Latih Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid nampaknya cukup kesulitan mendapatkan pelatih baru.. Mantan pemain mereka, Michael Laudrup dikabarkan telah menolak melatih Sergio Ramos dan kawan-kawan.

Real Madrid sendiri memang tengah gencar diberitakan mencari manajer baru. Mereka tengah mencari pengganti Julen Lopetegui yang dipecat pada awal pekan kemarin. 

Sejauh ini ada beberapa nama manajer top yang dihubungkan dengan El Real. Salah satunya adalah mantan pemain mereka, Michael Laudrup.

Dilansir AS, mantan pelatih Swansea City itu kabarnya mendapatkan tawaran untuk menjadi pengganti Lopetegui. Namun pelatih asal Denmark itu menolak tawaran tersebut.

Menurut laporan tersebut, Real Madrid sempat serius mempertimbangkan Laudrup karena rekam jejak karir dan kepelatihannya yang cukup baik.

Laudrup sendiri dikenal saat melatih Swansea City. Ia berhasil membawa tim asal Wales itu promosi, di mana ia membuat The Swans menjadi salah satu tim kuda hitam di musim debut mereka.

Sebagai mantan pemain Real Madrid, Laudrup dinilai sangat memahami nilai-nilai serta filosofi klub. Alhasil ia dinilai bisa memberikan arahan yang bagus untuk para pemain Madrid.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com kalo berita nya kurang lengkap buka aja link yang ada di samping buat lanjutin baca berita nya https://ift.tt/2zk8tWi

Jitak Siswa karena Berkata Kotor, Guru Dilaporkan ke Polisi

Liputan6.com, Pasuruan - Perseteruan antara guru dan wali murid terjadi di Kabupaten Pasuruan. Pemicunya sang siswa tak terima karena dihukum akibat terlambat masuk sekolah.

Sampai-sampai, sang guru salah satu MTs di Dusun Babat, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol ini pun dilaporkan ke kepolisian oleh orangtua murid tersebut.

"Saya tak terima anak saya dipukul (gurunya). Maka saya putuskan melaporkan kejadian ini ke Polsek Gempol," kata Sochib (55), wali murid asal Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Selasa, 30 Oktober 2018.

Sochib menganggap, Sutrisno (56) sang guru Bimbingan Konseling, arogan lantaran memukul anaknnya. Meskipun awalnya, Dn (15), anak Sochib, mengumpati sang guru dengan kata-kata kasar.

Kompol I Nengah Darsana, Kapolsek Gempol, menjelaskan jika berdasarkan hasil pemeriksaan. Dn dijitak Sutrisno lantaran telah berkata kasar dan tidak sopan, saat dihukum membersihkan sampah, lantaran datang seusai upacara bendera hari Senin kemarin.

"Laporan serta pemeriksaan antara pelapor dan terlapor sudah kami proses. Saat ini, keduanya kami upayakan mediasi," ungkap Kompol I Nengah Darsana, di kantornya.

Sementara itu, Sutrisno menuturkan, jika kejadian ini berawal saat Dn dan dua siswa lainnya masuk sekolah saat upacara bendera telah selesai. Otomatis, Sutrisno pun memanggil mereka untuk menerima hukuman membaca surat Yasin.

"Lantaran tak bisa, hukuman pun diganti dengan membuang keenam isi tong sampah ke gerobak sampah. Tak lama, mereka pun mengaku sudah menyelesaikan hukumannya," katanya.

Namun saat dicek, hanya tiga tong sampah yang isinya dibuang. Sutrisno pun menyuruh mereka untuk melanjutkan kembali. Dn pun tak terima lalu melontarkan makian kepada Sutrisno, "Janc*k iku".

"Mendengar ucapan itu saya langsung menjitak pipi kirinya dua kali. Tidak keras, bukan meninjunya," ucap Sutrisno.

Kemudian, Dn siswa kelas IX ini lalu keluar menyalakan mesin motor dengan menancapkan gas motor keras-keras, serta mengancam akan mengadukan ke orangtuanya.

"Begitu cerita singkatnya. Saksinya ada. Tujuan saya menghukum siswa itu, biar jadi disiplin. Tidak ada unsur apa-apa," ujar Sutrisno.

Simak video pilihan berikut ini:

Tiga orang murid sekolah dasar (SD) di Garut, Jawa Barat, menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh gurunya.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com kalo berita nya kurang lengkap buka aja link yang ada di samping buat lanjutin baca berita nya https://ift.tt/2ADqUat